Jumat, 08 Mei 2009
LSTR 3Mix-MP Klinis evaluasi
Clinical evaluation of endodontic re-treatment using LSTR 3Mix-MP Klinis evaluasi kembali endodontic perawatan menggunakan LSTR 3Mix-MP
T. Takushige, H. Hataoka and M. Ando, CDRG, Sendai, Japan, and E. Hoshino, Niigata University, Japan T. Takushige, H. Hataoka dan M. Ando, CDRG, Sendai, Jepang, dan E. Hoshino, Niigata University, Jepang
Objective: Periradicular lesions generated after previous endodontic treatment are not so rare, and one of the causative factors is bacteria residue in root canal system. Objektif: Periradicular luka dihasilkan setelah sebelumnya endodontic perawatan sehingga tidak jarang, dan salah satu faktor kausatif adalah residu bakteri di kanal akar sistem. 3Mix-MP, a combination of metronidazole, minocycline and ciprofloxacin (3Mix), and macrogol and propylene glycol (MP), has been proved to penetratre efficiently through root canal systems and disinfect lesions. 3Mix-MP, kombinasi metronidazole, minocycline dan ciprofloxacin (3Mix), dan macrogol dan Propylene glycol (MP), telah membuktikan ke penetratre efisien melalui akar kanal sistem dan hama luka. This study aimed to evaluate the therapy for cases with radiolucent periapical lesions, which had been generated after the previous endodontic treatment. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi terapi untuk kasus dengan radiolucent periapical luka, yang telah dihasilkan setelah sebelumnya endodontic perawatan.
Methods: Without removal of previous obturation, 3Mix-MP was placed at orifices of root canals of 101 permanent teeth, and then sealed with glass-ionomer cement and further reinforced with resin/metal inlay cemented with resin. Metode: Tanpa penghapusan pemeropan sebelumnya, 3Mix-MP ditempatkan di kanal orifices akar dari 101 gigi permanen, dan kemudian dimeteraikan dengan kaca-ionomer semen dan lebih dikuatkan dengan resin / logam tatahan cemented dengan resin. Root canal preparation/obturation was not done, and the treatment finished with 1-2 visits. Root canal persiapan / pemeropan tidak dilakukan, dan pengobatan selesai dengan 1-2 kunjungan. Using X-ray photographs taken more than 3 months after the treatment, changes of radiolucent lesions were clinically evaluated. Menggunakan X-ray foto-foto yang diambil lebih dari 3 bulan setelah pengobatan, perubahan radiolucent luka klinis yang dievaluasi. The treatment was designated as LSTR 3Mix-MP NIET, LSTR: Lesion Sterilization and Tissue Repair; NIET: Non-Instrumentation Endodontic Treatment. Perawatan telah ditunjuk sebagai LSTR 3Mix niet-MP, LSTR: jejas sterilisasi dan Tissue Repair; niet: Non-Endodontic Instrumentasi Treatment.
Result: Clinical symptoms, such as pain on bite, swelling, abscess and sinus tract, if any, were improved soon after the treatment in all cases. Hasilnya: gejala klinis, seperti rasa sakit pada gigitan, pembengkakan, abscess sistem dan sinus, jika ada, yang meningkat segera setelah perawatan di semua kasus. Root fracture and post-treatment disorders were not observed, probably because of no mechanical instrumentation to avoid weakening root structure and damaging apical foramen and periapical membrane. Root patah dan pasca perawatan disorders tidak diamati, mungkin karena tidak ada mekanik instrumentasi untuk menghindari melemahnya akar struktur dan merusak apical foramen dan periapical selaput. Radiolucent lesions were completely disappeared in 69 cases, and, thus, evaluated as clinically successful. Radiolucent luka-benar telah hilang dalam 69 kasus, dan, dengan itu, dinilai sebagai klinis berhasil. In 28 cases, lesions were apparently reduced in size, and, thus, evaluated as cases in the process of lesion repair. Dalam 28 kasus, luka itu tampaknya mengurangi ukuran, dan, dengan itu, dinilai sebagai kasus dalam proses perbaikan luka. Thus, 97 cases (96%) were clinically good. Oleh karena itu, 97 kasus (96%) klinis yang baik. However, the lesions were not changing in size in 4 cases, being under observation. Namun, luka yang tidak berubah dalam ukuran 4 kasus, sedang dibawah pengawasan.
Conclusion: Radiolucent lesions were efficiently and successfully retreated using LSTR 3Mix-MP NIET. Kesimpulan: Radiolucent luka yang efisien dan berhasil retreated menggunakan LSTR 3Mix niet-MP.
Rabu, 08 April 2009
Senin, 06 April 2009
ACARA LOMBA GIGI SEHAT PDGI 2009
Salam Sejawat,drg.
Lomba gigi sehat pdgi 2009 yang telah dilaksanakan pada tgl. 14 Maret 2009 di gedung korpri di ikuti oleh 72 peserta putra dan putri,dari hampir semua puskesmas di kabupaten banyumas.(lihat galeri foto)
Lomba ini di buka oleh ka-dinkes dr. Gempol S,MM. mewakili bupati banyumas Bp. Marjoko.
Sambutan bupati yang dibacakan oleh Ka-dinkes untuk kegiatan lomba gigi sehat dilaksanakan rutin setiap tahun. Dengan adanya lomba ini diharapkan derajat kesehatan gigi masyarakat banyumas akan lebih meningkat. Dimana hampir 80% masyarakat banyumas mempunyai masalah kesehatan gigi ini juga disampaikan oleh ketua PDGI Cab. BMS drg. Agus W, M.Kes. (Lihat galeri foto)
Selain diisi dengan pemeriksaan oleh dewan juri, panitia juga menyediakan doorprice untuk para peserta dan pendamping siswa. Acara lainya juga diisi dengan penyuluhan gigi oleh drg.S.Hari Wijayadi.(lihat galeri foto)
admin by drg.S.hari w
Lomba gigi sehat pdgi 2009 yang telah dilaksanakan pada tgl. 14 Maret 2009 di gedung korpri di ikuti oleh 72 peserta putra dan putri,dari hampir semua puskesmas di kabupaten banyumas.(lihat galeri foto)
Lomba ini di buka oleh ka-dinkes dr. Gempol S,MM. mewakili bupati banyumas Bp. Marjoko.
Sambutan bupati yang dibacakan oleh Ka-dinkes untuk kegiatan lomba gigi sehat dilaksanakan rutin setiap tahun. Dengan adanya lomba ini diharapkan derajat kesehatan gigi masyarakat banyumas akan lebih meningkat. Dimana hampir 80% masyarakat banyumas mempunyai masalah kesehatan gigi ini juga disampaikan oleh ketua PDGI Cab. BMS drg. Agus W, M.Kes. (Lihat galeri foto)
Selain diisi dengan pemeriksaan oleh dewan juri, panitia juga menyediakan doorprice untuk para peserta dan pendamping siswa. Acara lainya juga diisi dengan penyuluhan gigi oleh drg.S.Hari Wijayadi.(lihat galeri foto)
admin by drg.S.hari w
Minggu, 08 Maret 2009
Pengumuman Pendidikan Lanjutan Spesialis UGM
Salam sejawat drg.
Kami menerima liflet dari Program Pendidikan drg Spesialis UGM di tujukan pada
PDGI Cab, Banyumas.
bagi TS yang ingin informasi lebih lanjut harap menghubungi :
1. drg. Ibnu
2. drg. S. Hari wijayadi
semoga info dapat berguna bagi TS drg.
Salam sejawat drg.
admin by drg.S Hari wijayadi ( puske 2 kembaran)
Kami menerima liflet dari Program Pendidikan drg Spesialis UGM di tujukan pada
PDGI Cab, Banyumas.
bagi TS yang ingin informasi lebih lanjut harap menghubungi :
1. drg. Ibnu
2. drg. S. Hari wijayadi
semoga info dapat berguna bagi TS drg.
Salam sejawat drg.
admin by drg.S Hari wijayadi ( puske 2 kembaran)
lomba gigi sehat
undangan
Salam Sejawat drg.
mohon kehadiran TS drg pada :
Hari/tanggal : sabtu/ 14 Maret 2009
jam : 7.30 WIB
Tempat : Gedung Sasana Abdi Negara ( Korpri)
Pakean : Bebas Sopan
Acara : Kegiatan LOMBA GIGI SEHAT TINGKAT SD se-Kab. Banyumas.
Atas kejasama dan kehadiranya TS ucapkan Trimakasih
Salam sejawat drg.
anmin by.drg. S. Hari wujayadi ( Pusk 2 Kembaran)
Salam Sejawat drg.
mohon kehadiran TS drg pada :
Hari/tanggal : sabtu/ 14 Maret 2009
jam : 7.30 WIB
Tempat : Gedung Sasana Abdi Negara ( Korpri)
Pakean : Bebas Sopan
Acara : Kegiatan LOMBA GIGI SEHAT TINGKAT SD se-Kab. Banyumas.
Atas kejasama dan kehadiranya TS ucapkan Trimakasih
Salam sejawat drg.
anmin by.drg. S. Hari wujayadi ( Pusk 2 Kembaran)
Jumat, 23 Januari 2009
HUT PDGI
Pengurus PPDGI cabang Banyumas mengucapkan Selamat Hari Jadi ke 59 berkiprah di Banyumas. Semoga PDGI semakin kompak maju dan syarat manfaat bagi semua. Semoga ikatan antara pengurus dengan anggota makin erat
Minggu, 04 Januari 2009
Rencana Klinik PDGI Banumas
Rencana pengurus PDGI membuat klinik PDGI merupakan wacana yang berkembang akhir-akhir ini. Hal ini dilontarkan Ketua PDGI Cabang Banyumas drg Agus Wiatma dalam rapat pengurus PDGI beberapa waktu lalu. Dasar pendirian klinik PDGI yang pertama adalah memperlihatkan eksistensi PDGI dan membantu pemerintah dalam pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Dalam hal lain klinik ini juga menjadi sarana bagi pengembangan kompetensi drg yang masih muda dan mempunyai waktu luang pasca PTT .Sambutan terhadap wacana pendirian klinik secara umum baik. Beberapa dokter sangat antusias dan sanggup untuk mendukung secara moril dan material. Demikian pula pihak luar ada yang menawarkan tempat untuk klinik PDGI dengan syarat pasien yang berobat harus dengan biaya yang terjangkau. Apapun tanggapan itu, pengurus merasa ada angin segar yang mendorong untuk bekerja lebih keras.
Terima kasih semuanya. Salam PDGI
Langganan:
Postingan (Atom)